Ricky Elson ’’Putra Petir’’ Bagi Kiat Sukses

Ricky Elson, pembuat mobil listrik Selo, berbagi kiat sukses di auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Kamis (6/10).

Pria 36 tahun itu menyebutkan, semangat dan keyakinan menjadi modal utama kesuksesan dalam berkarya.

Ahli teknologi motor listrik kelahiran Padang tersebut membagi pengalamannyadi hadapan 300 mahasiswa yang mengikuti seminar nasional TechnopreneurHimpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) UINSA.

Selama empat jam, Ricky membakar semangat para mahasiswa dengan kalimat-kalimat motivasinya.

Menurut Ricky, masa depan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia sangat ditentukan tingkat inovasi dan kreativitas generasi muda.

Sebenarnya, kata dia, potensi dan bakat mahasiswa Indonesia tidak perlu diragukan. Bahkan, mereka mampu bersaing dengan negara lain.

”Sekarang tinggal pilih, mau melakukan atau diam saja,” tegasnya. Ricky mengingatkan agar pelajar dan mahasiswa percaya diri. Mereka tidak boleh berkecil hati dengan berbagai keterbatasan.

Rintangan harus menjadi pelecut semangat untuk menghasilkan karya. Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, tutur dia, Indonesia tidak boleh menjadi negara konsumtif.

Sebaliknya, Indonesia harus bisa mandiri dalam menghasilkan energi dan penemuan baru yang inovatif.

”Semua orang punya kesempatan yang sama, tidak peduli berasal dari mana atau latar belakang apa,” terang pemilik puluhan hak paten internasional itu.

Ricky lantas bercerita dulu bercita-cita merancang mesin mobil F1. Itu terjadi setelah dia mendengar informasi dari dosennya bahwa efisiensi mesin mobil F1 hanya 37 persen.

Namun, setelah melihat kondisi bisnis produksi mobil dunia yang merekrut banyak karyawan bergelar doktor, Ricky pun mengubah haluan.

”Saya pun fokus mengembangkan teknologi listrik,” ungkap pria yang mendapat sebutan putra petir tersebut.

Motivasinya semakin kuat kala bertemu dengan Dahlan Iskan yang saat itu menjabat direktur utama PLN. Keduanya lantas bersama-sama mengembangkan mobil listrik Tucuxi.

Insiden kecelakaan di Magetan pada 2015 tidak menyurutkan semangat Ricky.

Satu jam setelah kecelakaan, di sebuah pondok pesantren tempat keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan, Dahlan sempat menanyakan Ricky masih mau memproduksi mobil listrik atau tidak.

”Saya jawab, kalau perlu, besok saya buat lagi mobil yang lebih bagus,” ujar alumnus Teknik Mesin Universitas Andalas Padang itu.

Dari situ, Ricky akhirnya merancang mobil listrik baru. Dua mobil tersebut dinamai Selo dan Gendhis. Rupanya, mobil listrik buatan Ricky lebih dilirik oleh Malaysia daripada negeri sendiri.

Itu menjadi bukti bahwa karya anak bangsa juga tidak kalah hebat dari buatan luar negeri. Para peserta seminar tidak berhenti bertepuk tangan setiap Ricky menceritakan kisah suksesnya.

Menurut Ketua Panitia Haflah Miladiyah (Dies Natalies) II Prodi Science-Tech UINSA Ravena Lailatur Rohmah, materi yang disampaikan Ricky sangat memotivasi.

Dia pun berharap kegiatan kemarin bisa memacu mahasiswa untuk lebih giat berkarya. ”Tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya untuk membuat inovasi baru yang bermanfaat,” ungkapnya.

sumber : jawapos, 07 Oktober 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s