Mengukur Suhu Reaksi Kimia Yang Menghasilkan Panas

Selama terjadi reaksi kimia, energi berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Kita dapat mengamati  tanda-tanda perubahan yang terjadi, seperti perubahan warna, bau, suhu dan timbulnya suara. Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah perubahan temperatur. Jika meletakkan termometer yang peka pada saat reaksi kimia terjadi, kita dapat melihat apakah reaksi menjadi panas (reaksi eksotermik) atau menjadi dingin (reaksi endotermik).

Reaksi Eksotermik merupakan reaksi yang melepaskan energi panas. Reaksi ini akan terasa panas jika disentuh. Juga, sangat berbahaya jika reaksi terjadi pada tingkat eksotermik  tinggi. Ledakaan merupakan contoh reaksi yang sangat eksotermik. Kita dapat menggunakan termometer atau alat pemeriksa temperatur untuk melihat perubahan temperatur. Berikut ini video suhu ketika proses pembentukan gas Hidrogen dari reaksi antara Soda api/NaOH dan Alumunium.

Sumber : Reaksi Kimia, oleh Denise Walker, Penerbit Tiga Serangkai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s