Listrik dari Lumpur

listrik dari lumpur

Lumpur bisa menghasilkan listrik bila diberi dua elektroda. Sehingga lumpur dapat menyalakan jam digital. Dan lumpur ini banyak terdapat disekitar kita.
Bahan dan alat membuat listrik dari lumpur :
Tembaga, sekrup, kabel, penjepit buaya, gelas plastik.
Harga : Rp 17.000,-

Iklan

Syarat Menjadi Negara Maju (revisi)

Negara maju bisa diartikan sebagai negara mandiri dan sejahtera. Negara ini tidak mengandalkan hutang untuk perkembangan negaranya. Semua faktor dikerahkan untuk mendorong kesejahteraan bangsanya. Yang paling penting adalah faktor SDM (manusianya), bukan gedung, jalan atau bangunannya. Di dalam negara sejahtera dan maju sangat sedikit orang miskinnya, karena manajemen keuangan negara transparan dan dikelola dengan efektif dan efisien. Tidak ada penghamburan uang sepeserpun. Setidaknya ada 6 syarat menjadi negara maju dan mandiri :

  1. Pemimpin yang peduli dan berpikiran jauh. Pemimpin ini berpikiran dan berupaya supaya rakyatnya cerdas, sehat, kuat, mandiri, rajin, kreatif dan inovatif, dan rakyatnya tidak boros. Pemimpin ini dan keluarganya hidup sederhana karena ia menjadi teladan bagi rakyatnya. Ia juga berani menegakkan hukum agar kriminal, korupsi, kesenjangan sosial sangat minim. Seperti pemimpin Umar bin Abdul Aziz yang merelakan harta kekayaan atau gajinya untuk diberikan ke rakyatnya sehingga bawahanya juga mengikutinya. Umar bin Abdul Aziz hidup sederhana begitu juga pejabatnya sehingga kemiskinan bisa diatasi.
  2. Rasio/perbandingan antara ilmuwan dan jumlah penduduk sudah besar.Dengan rasio yang besar ilmuwan diharapkan menemukan solusi masalah kehidupan. Semakin banyak solusi semakin cepat masalah negara teratasi. Seperti masalah kekeringan, banjir, kelaparan, kemiskinan, dll.
  3. Rasio antara wirasastawan dan penduduk juga besar. Dengan semakin banyak pengusaha, semakin banyak pula pendapatan negara. Uangnya dikelola negara dengan untuk tujuan kesejahteraan lagi.
  4. Pemuda yang semangat, kreatif, pantang menyerah, berpikiran positif, cinta ilmu dan memanfaatkan waktu dengan hal yang berguna.
  5. Guru yang ikhlas, mau berkorban dan visioner.  Guru sebagai pengajar pendidik merupakan pencetak generasi yang akan datang. Secara sempit guru adalah orang yang mengajar dan mendidik di suatu lembaga pendidikan. Sedangkan secara luas guru adalah orang yang peduli terhadap masa depan anak. Masa depan yang sementara di dunia dan masa depan yang abadi setelah kematian. Sehingga dengan guru lahir manusia hebat seperti ibunya Thomas Alva Edison yang mengajar anaknya sendiri, atau gurunya Hellen Keller. Atau gurunya Maryam yang melahirkan nabi Isa as mengajarkan keesaan Tuhan dan mengajak selalu menyembah Tuhan yang satu. Guru ini harus kreatif tidak monoton mengajar hanya dengan ceramah doang, tetapi dengan metode yang bervariasi serta melatih berpikir kreatif dan pemecahan masalah. Ngajarnya juga banyak aktivitas sehingga banyak pengalaman yang diterima murid. Gurunya ini yang akan mengajarkan bahwa masa depan harus dikuasai dengan kerja keras, berpikir dan kreatif serta kerja sama. Guru tersebut juga mengajarkan bahwa ada masalah disekeliling kita dan kita harus mencoba mengatasinya. Sehingga akan dilahirkan lebih banyak pedagang/saudagar, kreator, bos, pemimpin untuk tujuan kemakmuran dan kedamaian didunia yang sementara ini.
  6. PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Aparat yang gesit dan kreatif dalam melayani Publik. Pengalaman membuat paspor, diperlukan waktu 3 kali bolak balik dari rumah ke kantor imigrasi. Seandainya diadakan penelitian, mungkin waktunya bisa dipersingkat atau supaya masyarakat tidak banyak terbuang waktunya. Begitu juga untuk pengurusan SIM atau perpanjangan STNK. Untuk pengurusan STNK ini dibutuhkan waktu dari pagi jam 9 sampai sekitar jam 2 siang. Atau sekitar 5 jam. Atau urusan-urusan publik lain, seharusnya diadakan riset atau perbandingan dengan negara tetangga, Singapura, Malaysia atau negara maju. Bila masyarakat melakukan pengurusan hal tertentu berapa lama, mengapa negara lain bisa cepat, bagaimana supaya cepat dan murah. Sehingga setelah diriset maka diambil tindakan untuk membuat pelayanan yang murah dan cepat. Bukankah salah satu ciri orang beragama adalah mempermudah urusan, tidak mempersulit.