Peraturan Car Free Day

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS
IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 12 TAHUN 2016
TENTANG
PELAKSANAAN HARI BEBAS KENDARAAN BERMOTOR

PARTISIPASI PEGISIAN ACARA HBKB
Bagian Kesatu
Pemanfaatan jalur HBKB (Car Free Day)

Pasal 7

ayat 2

HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik
dan SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut.

Acara Jakarta Car Free Day Sudirman-Thamrin
04 Desember 2016

silahkan menilai sendiri siapa yang merusak peraturan ini…?

 

JANGAN JADI PENISTA AGAMA

 

Maraknya fenomena penistaan agama dan gencarnya serangan terhadap Islam dengan penuh kelancangan dan keberanian adalah sinyal kebangkitan paham Abu Lahab dkk. yang telah berani mencela Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya, dan agama-Nya.

Ketahuilah wahai saudaraku seiman -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahimu- bahwa istihza’ (mengolok-ngolok) Allah, Nabi-Nya, Kitab-Nya, dan atau agama-Nya bukanlah masalah yang sepele, melainkan masalah besar yang sangat berbahaya karena bisa membatalkan keislaman seorang hamba. Allah berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ {66}

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa” (QS at-Taubah [9]: 65–66).

Ayat yang mulia ini memberikan kepada kita beberapa masalah penting:

Pertama: Kita harus memuliakan dan mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barang siapa menghina Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia kafir, seperti ucapan Yahudi yang mengatakan Allah fakir dan pelit, atau seperti ucapan Nashrani yang mengatakan bahwa Allah adalah Isa ibn Maryam. Semua ini adalah celaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan termasuk kekufuran.

Kedua: Menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau sunnahnya adalah kekufuran pula karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintah kita semua untuk memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga: Kita harus mengagungkan al-Qur’an dan memuliakannya karena al-Qur’an adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-Nya yang mulia.

Keempat: Kita harus memuliakan agama Islam dan tidak mencelanya. Tidak boleh kita menghinanya dan melecehkannya.

Kelima: Orang yang tidak mengingkari penghinaan kepada Allah, rasul-Nya, dan kitab-Nya maka dihukumi sama dengan penghina (dianggap setuju dengan penghinaan tersebut), karena dalam kejadian ini penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah satu orang saja, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghukumi sama terhadap semua munafik yang ada karena mereka semua mengetahuinya tetapi tidak mengingkarinya.

Keenam: Siapa yang mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala, rasul-Nya, atau kitab-Nya maka dia kafir baik sengaja atau hanya bercanda.

Karena pentingnya ayat yang mulia ini, seyogianya setiap muslim merenungi dan menghayatinya agar tidak terjatuh dalam kubangan dosa penghinaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan agama-Nya yang semarak terjadi pada zaman sekarang, baik secara lisan atau tulisan di media-media cetak atau elektronik. Hendaknya kita semua mewaspadai hal ini dengan menjaga lisan kita dan menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

Penulis: Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

dari Muslim.or.id

Gas Air Mata

Demo kemarin 4 November 20166 diberitakan bahwa terjadi tembakan Gas Air Mata. Gas ini menurut dugaaan penulis adalah basa kuat yang sudah diencerkan seperti cairan pembersih keramik atau porselen. Sebab kalau kita menuangkan cairan pembersih porselen di kamar mandi, uapnya terasa pedih di mata dan menggangu pernapasan. Tetapi setelah baca-baca di internet ternyata bukan. Berikut tulisan copas dari https://kimia01.wordpress.com/gas-air-mata/

Gas Air Mata

Sejarah

Gas air mata pertama dimulai dari Paris, berupa semburan tepung untuk bubarkan aksi massa. Tetapi gas air mata modern jauh lebih dahsyat. Bagaimana cara mengakalinya?

RIBUAN buruh pabrik berkumpul di pusat kota Paris. Masih mengenakan over all dan topi pet. Seragam kerja. Tidak ada catatan resmi, berapa jumlah massa ataupun tuntutan apa yang diteriakkan. Yang jelas peristiwanya terjadi pada bulan Mei 1909. Hanya saja, saat itu di daratan Eropa sedang dimulai periode kebangkitan industri. Tenaga manusia mulai diganti mesin-mesin modern. Semakin lama gerombolan manusia makin bertambah banyak jumlahnya. Imbauan polisi agar massa membubarkan diri tidak diindahkan malah disambut teriak cemoohan. Bahkan beberapa di antaranya mulai melakukan perusakan.

Agar tak makin meluas, seorang opsir polisi menebarkan tepung terigu ke arah kerumunan massa. Kontan saja konsentrasi para pengunjuk rasa pecah. Serentak mereka berhamburan menghindar dari serbuan tepung agar mata tak tambah sepet, kelilipan dan bersin-bersin. Masing-masing sibuk mencari air, dan udara segar. Tak hirau lagi mereka akan tuntutan yang awalnya diteriakkan penuh semangat.

Di kemudian hari, akal-akalan kepolisian Paris akhirnya bocor juga ke pihak pengunjuk rasa. Para pengunjuk rasa, umumnya didominasi kaum buruh yang notabene adalah orang yang sebenarnya akrab dengan ‘debu’, rupanya merasa malu hati. Masakan hanya karena pada tepung saja, mereka kocar-kacir. Maka pada aksi selanjutnya selain berbekal makanan dalam kantung mereka juga membawa handuk kecil dan sebotol air dingin.

Ketahuan rahasianya, polisi Paris mencari bahan pengganti lain yang sulit ditanggulangi. Mereka mulai melirik bahan kimia yang konon dapat menimbulkan efek yang lebih dahsyat dari sekadar tepung terigu. Tidak diketahui dengan pasti, zat kimia apa yang pertama kali digunakan. Hanya saja bahan tersebut cukup ampuh untuk membubarkan kerusuhan atau pertempuran kecil.

Dalam waktu singkat formula tersebut digunakan tidak kurang dari tiga puluh kali oleh pusat pengendali huru-hara kota. Dan kadang pada setiap kesatuan, gas air matanya telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi jenis gas kebanggaan pasukan tersebut.

Pecahnya Perang Dunia I, sedikit banyak menyurutkan aksi kerusuhan massa. Demikian pula halnya dengan penggunaan gas air mata. Tetapi, selepas perang dan kondisi perekonomian membaik, kaum buruh pun aktif lagi. Termasuk juga kegiatan aksi demonstrasinya. Tentu saja penggunaan gas air mata pun dipakai lagi dan tetap diperlakukan sebagai sarana yang cukup ampuh untuk membubarkan massa. Rupanya, dalam perjalanan sejarahnya, perkembangan teknologi gas air mata jauh lebih pesat dibanding kualitas unjuk rasa kaum buruh. Maklum saja, keadaan perang telah memungkinkan diujicobakannya gas air mata tersebut. Maka, pada pertengahan tahun 20-an komponen utama gas air mata terbuat dari Chloroacetophenone yang disingkat menjadi CN.

Masa kejayaan CN tidak berlangsung lama. Pada tahun 1928 telah ditemukan formula lain yang dianggap jauh lebih dahsyat. Ortho-Chlorobenzylidene Malononitrile disingkat menjadi CS, seinisial dengan nama penemunya Corson dan Stoughton sangat populer di antara pusat pengendali huru-hara kota. Dan tahun 1959 penggunaan CN sepenuhnya diganti CS karena terbukti lebih potensial dan kandungan racunnya lebih sedikit.

Setelah diganti CS, penggunaan gas air mata dengan ketat diawasi pemerintah. Yang berhak menggunakan CS hanyalah kalangan militer dan satuan pengamanan resmi. Walaupun ide pertamanya berasal dari Prancis tetapi teknologi perkembangan gas air mata telah dikuasai sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Karena dianggap terbukti ampuh membubarkan massa, Amerika pun memelopori pelatihan penggunaan gas air mata terhadap kalangan militer maupun sipil termasuk cara bertahan terhadap serangan gas air mata.
Bahkan pada Perang Vietnam, gas air mata tidak hanya digunakan untuk mebubarkan massa tetapi juga dimanfaatkan tentara Amerika untuk ‘mengejar buruan’ hingga ke lubang-lubang persembunyian tentara Viet Kong.

Gas air mata dikemas sedemikian rupa hingga dapat dilepaskan melalui media yang sederhana seperti alat semprot biasa hingga melalui senjata berat. Ada pula yang dikemas menyerupai granat lempar.
Bagi yang belum pernah mengalami serangan gas air mata (mudah mudahan tidak pernah), agak sulit mengenalinya. Karena gas itu tidak berwarna. Tetapi kemampuan iritasinya sangat luar biasa. Sesaat setelah dilepaskan ke udara yang paling pertama merasakan akibatnya adalah hidung dan mulut. Panas serasa membakar wajah, disertai pula dengan cucuran lendir, air liur, dan bersin-bersin.

Sejurus kemudian terasa sesak napas, batuk kering dan mata pedih layaknya disemprot serbuk lada. Pada waktu yang lebih lama, akan timbul rasa terbakar dan gatal pada kulit disertai sensasi geli berkepanjangan.
Lantas bagaimana langkah pertama menanggulangi akibat ‘serangan’ gas air mata? Segeralah mencari udara segar dan hindari berada di lingkungan yang terkena gas air mata lebih lama. Secepatnya pula Anda membasuh mata dan mengompresnya dengan air dingin. Lakukan hal yang sama pada kulit dan sebaiknya disabuni terlebih dahulu. Bila kondisi tubuh amat prima, sensasi pada mata dan kulit akan mereda sekitar 15 hingga 30 menit kemudian.

Walaupun gas air mata dianggap tidak berbahaya, namun, efek yang ditimbulkan masih terus berbekas untuk waktu yang cukup lama, terutama pada saluran pernapasan, pencernaan, dan sistem peredaran darah. Selain itu, efek susulan yang akan timbul berupa rasa mual, mulas, dan diare. Dalam jangka waktu panjang saluran pencernaan menjadi amat rentan dan lebih sensitif.

Zat kimia yang terhirup akan masuk ke dalam sistem pernapasan dan akan memacu sistem peredaran darah serta menaikkan tekanan darah. Secara otomatis perubahan itu akan diikuti dengan meningkatnya denyut jantung. Tidak ada terapi ampuh untuk menyembuhkan akibat yang ditimbulkan semprotan gas air mata. Cara paling jitu adalah menghindarinya. Jika Anda tahu akan terkena serangan gas air mata, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar akibat dahsyatnya paling tidak bisa dikurangi.
Seperti halnya kaum buruh di Paris, Anda sebaiknya senantiasa membawa bekal air dan handuk untuk menangkal serangan gas air mata. Anda juga dianjurkan mengenakan pakaian yang tertutup untuk mengurangi kemungkinan kulit bersentuhan secara langsung dengan butiran kristal gas air mata. Bila perlu Anda bisa memakai sarung tangan dan cadar, agar lebih aman lagi. Atau, Anda dapat pula mengenakan peralatan perlindungan ‘Teargas Mask’ yang didesain dengan penyaring udara sehingga Anda bisa bernapas lebih leluasa meski ada ‘serangan’ gas air mata.

sedangkan menurut wikipedia mengandung bahan kimia dari cabai dan bawang merah, berikut tulisannya dalam bahasa Inggris.

Tear gas

Tear gas, formally known as a lachrymatory agent or lachrymator (from the Latin lacrima, meaning “tear“), is a chemical weapon that causes severe eye, respiratory, and skin irritation, pain, vomiting, and even blindness. In the eye, it stimulates the nerves of the lacrimal gland to produce tears. Common lachrymators include pepper spray (OC gas), CS gas, CR gas, CN gas (phenacyl chloride), nonivamide, bromoacetone, xylyl bromide, syn-propanethial-S-oxide (from onions), and Mace (a branded mixture).

Lachrymatory agents are commonly used for riot control. Their use in warfare is prohibited by various international treaties. During World War I, increasingly toxic lachrymatory agents were used

Effects

Tear gas works by irritating mucous membranes in the eyes, nose, mouth and lungs, and causes crying, sneezing, coughing, difficulty breathing, pain in the eyes, and temporary blindness. With CS gas, symptoms of irritation typically appear after 20–60 seconds of exposure and commonly resolve within 30 minutes of leaving (or being removed from) the area. With pepper spray (also called “oleoresin capsicum”, capsaicinoid or OC gas), the onset of symptoms, including loss of motor control, is almost immediate. There can be considerable variation in tolerance and response, according to the National Research Council (US) Committee on Toxicology.

The California Poison Control System analyzed 3,671 reports of pepper spray injuries between 2002 and 2011. Severe symptoms requiring medical evaluation were found in 6.8% of people, with the most severe injuries to the eyes (54%), respiratory system (32%) and skin (18%). The most severe injuries occurred in law enforcement training, intentionally incapacitating people, and law enforcement (whether of individuals or crowd control).

Lachrymators are thought to act by attacking sulfhydryl functional groups in enzymes. One of the most probable protein targets is the TRPA1 ion channel that is expressed in sensory nerves (trigeminal nerve) of the eyes, nose, mouth and lungs.

Risks

As with all non-lethal, or less-than-lethal weapons, there is some risk of serious permanent injury or death when tear gas is used.This includes risks from being hit by tear gas cartridges, which include severe bruising, loss of eyesight, skull fracture, and even death.A case of serious vascular injury from tear gas shells has also been reported from Iran, with high rates of associated nerve injury (44%) and amputation (17%), as well as instances of head injuries in young people.

While the medical consequences of the gases themselves are typically limited to minor skin inflammation, delayed complications are also possible: people with pre-existing respiratory conditions such as asthma, who are particularly at risk, are likely to need medical attention and may sometimes require hospitalization or even ventilation support. Skin exposure to CS may cause chemical burns or induce allergic contact dermatitis.When people are hit at close range or are severely exposed, eye injuries involving scarring of the cornea can lead to a permanent loss in visual acuity.

Use

Warfare

Use of tear gas in warfare (as with all other chemical weapons) is prohibited by various international treaties that most states have signed. Police and private self-defense use is not banned in the same manner. Armed forces can legally use tear gas for drills (practicing with gas masks) and for riot control. First used in 1914, xylyl bromide was a popular tearing agent since it was easily prepared.

The US Chemical Warfare Service developed tear gas grenades for use in riot control in 1919.

Riot control

Certain lachrymatory agents are often used by police to force compliance, most notably tear gas.In some countries (e.g.,  Finland, Australia, and the United States), another common substance is mace. The self-defense weapon form of mace is based on pepper spray, and comes in small spray cans, and versions including CS are manufactured for police use.Xylyl bromide, CN and CS are the oldest of these agents, and CS is the most widely used. CN has the most recorded toxicity.

Typical manufacturer warnings on tear gas cartridges state “Danger: Do not fire directly at person(s). Severe injury or death may result.” Such warnings are not necessarily respected, and in some countries, disrespecting these warnings is routine. In the 2013 protests in Turkey, there were hundreds of injuries among protesters targeted with tear gas projectiles. In the Israeli-occupied territories, Israeli soldiers have been routinely documented by Israeli human rights group in firing direct tear gas canisters at activists, some of which resulted in fatalities.

However, tear gas guns do not have a manual setting to adjust the range of fire. The only way to adjust the projectile’s range is to aim towards the ground at the correct angle. Incorrect aim will send the capsules away from the targets, causing risk for non-targets instead.For example, this occurred during the 2013 protests in Brazil and 2014 Hong Kong Protests.

Counter-measures

A variety of protective equipment may be used, including gas masks and respirators. In riot control situations, protesters sometimes use equipment (aside from simple rags or clothing over the mouth) such as swimming goggles and adapted water bottles.

Treatment

There is no specific antidote to common tear gases. Getting clear of gas and into fresh air is the first line of action. Removing contaminated clothing and avoiding shared use of contaminated towels could help reduce skin reactions. Immediate removal of contact lenses has also been recommended.

Once a person has been exposed, there are a variety of methods to remove as much chemical possible and relieve symptoms. The standard first aid for burning solutions in the eye is irrigation (spraying or flushing out) with water. However, there are reports that water may increase pain from CS gas. Some evidence suggests that Diphoterine solution, a first aid product for chemical splashes, may help with ocular burns or chemicals in the eye.

Activists in the United States, the Czech Republic, Venezuela and Turkey have reported using antacid solutions such as Maalox diluted with water for tear gas attacks. There have also been reports of these antacids being helpful for tear gas, and for capsaicin-induced skin pain. Vegetable oil and vinegar have also been reported as helping relieve burning caused by pepper spray.

Home remedies

Vinegar, petroleum jelly, milk and lemon juice solutions have also been used by activists. It is unclear how effective these remedies are. In particular, vinegar itself can burn the eyes and prolonged inhalation can also irritate the airways.

 

CERITA YANG MENDIDIK ANAK

MEMILIHKAN KISAH YANG MENDIDIK

Oleh
Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda

Kisah, keterkaiatannya dengan pendidikan anak, memiliki peran yang sangat penting, lantaran kisah juga merupakan salah satu metode pengajaran. Dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengajarkan berbagai kisah dari umat-umat terdahulu. Sehingga secara langsung bisa dipahami, bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini, yaitu dengan menyebutkan kisah-kisah yang mendidik dan bermanfaat sebagai metode dalam menyampaikan pengajaran. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencontohkan kisah tentang Luqman Al-Hakim yang memberi wasiat kepada anaknya dengan wasiat yang sangat penting dan berharga.[1]

Demikian semestinya yang diterapkan dalam mendidik anak, ialah dengan mendasarkan kepada wahyu, yaitu Al-Kitab dan juga As-Sunnah. Karena dalam dua sumber tersebut terdapat kebaikan, kesempurnaan, dan tepat bagi manusia. Bukankah jika memperhatikan Al-Qur`an dan As-Sunnah, kita mendapatkan keterangan yang jelas kandungan kisah-kisah yang disebutkan di dalamnya?

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”.[Al-Baqarah/2:2].

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ

“Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu . . .” [An-Nisa/4:164].

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. [Yusuf/12:111].

Inilah di antara metode yang digunakan oleh Al-Qur`an dan As-Sunnah dalam masalah pengajaran, yaitu dengan menuturkan kisah-kisah teladan. Kita dapatkan bahwasanya memberi nasihat dengan menuturkan cerita-cerita yang menarik, akan memberikan pengaruh yang besar pada jiwa anak-anak, apalagi jika sang penuturnya juga mempunyai cara yang menarik dalam menyampaikannya, sehingga mampu mempesona dan memberikan pengaruh mendalam bagi yang mendengarnya. Karena ciri khas kisah-kisah teladan, ia mampu memberikan pengaruh bagi yang membacanya maupun yang mendengarkannya. Oleh karenanya, sepatutnya sebagai pendidik, juga memberikan perhatian ketika menerapkan metode ini.

Terlebih lagi, di tengah masyarakat sejak dahulu telah merebak berbagai kisah ataupun hikayat yang tidak diketahui asal-usulnya. Banyaknya cerita fiktif dan sarat dengan kedustaan yang dijadikan sebagai sandaran dalam memberikan pengajaran kepada manusia umumnya, dan khusus kepada anak-anak. Kisah-kisah fiktif ini telah mempengaruhi pola pikir anak-anak kita. Misalnya menjadikan para penjahat sebagai pahlawan, dan orang-orang yang buruk perangainya menjadi sang pemenang, ataupun orang-orang fasik menjadi idola. Ini merupakan kejahatan terhadap anak-anak kita, dan cepat atau lambat akan menumbuhkan dampak buruk bagi anak didik kita.

MEWASPADAI KISAH-KISAH BURUK
Melihat merebaknya kisah-kisah fiktif dan dusta tersebut, maka layaklah jika kita mewaspadai adanya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh cerita-cerita tersebut. Yang lebih memprihatinkan lagi, ternyata kisah-kisah atau hikayat-hikayat tersebut dipenuhi dengan kemungkaran dan kemusyrikan, sehingga kita harus berhati-hati dan bersikap kritis. Misalnya sebagai berikut.

1. Cerita-Cerita Yang Menimbulkan Rasa Takut Dan Cemas.
Misalnya: cerita-cerita horor, hantu, makhluk yang menakutkan dan lain-lain.

Cerita-cerita seperti ini berpengaruh buruk pada diri anak-anak dan memunculkan sifat pengecut, tidak membentuk anak menjadi seorang yang pemberani. Anak akan terpengaruh dengan cerita yang ia dengar walaupun cerita tersebut telah berakhir. Pikiran anak akan selalu sibuk berkhayal adanya makhluk yang selalu mengikutinya, dan ia terus dihantui dengan rasa takut. Kekalutan ini akan mempengaruhi kepribadiannya, dan ia menjadi pribadi yang labil. Padahal kita semestinya membentuk pribadi anak menjadi pemberani dan berkepribadian kuat, bukan menjadi umat yang lemah dan penakut.

2. Cerita-Cerita Rakyat Yang Berisi Kedustaan, Khurafat, Mitos Dan Khayalan.
Sebagai misal : hikayat Malin Kundang, Sangkuriang, kisah kancil dan buaya, dan sebagainya.

Cerita-cerita klasik sejenis ini sangat banyak kita dapatkan di tengah masyarakat. Semuanya menceritakan hal-hal yang sulit diterima akal sehat dan dipenuhi kedustaan, bahkan mengarah kepada keyakinan syirik.

Ini juga akan membentuk pribadi anak sehingga senang untuk mempercayai hal-hal yang dusta, tidak masuk akal, tidak sesuai dengan kondisi riil, bahkan mustahil akan terjadi. Misalnya kisah Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu, Sangkuriang yang hendak mengawini ibunya sendiri atau kancil yang licik, suka menipu. Sungguh tak mustahil, kisah-kisah seperti ini telah memberikan pengaruh buruk pada anak-anak kita.

3. Cerita-Cerita Yang Lebih Menunjukkan Kekuatan Badan Daripada Akal.
Misalnya: kisah Tarzan, Superman, Spiderman dan lainnya.

Semua kisah-kisah seperti ini menceritakan bahwa tidak ada jalan untuk menyelesaikan masalah, kecuali dengan kekuatan dan kekerasan. Maka kisah semacam ini pun akan membentuk jiwa anak-anak menjadi jiwa yang suka bermusuhan, mengutamakan kekuatan badannya dari pada akalnya. Di samping itu, kisah-kisah ini telah menanamkan khayali pada anak. Lantaran apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh utama tersebut sangat tidak mungkin mewujud dalam kenyataan.

4. Cerita-Cerita Yang Mengunggulkan Kekuatan Jahat Dan Mengagungkannya.
Contohnya: orang zhalim berhasil mengalahkan orang-orang yang baik, penjahat berhasil memperdayai polisi.

Kisah semacam ini dituturkan kepada anak-anak dengan alasan untuk menjelaskan tentang perilaku-perilaku jahat, akan tetapi alasan ini melupakan tabiat anak-anak yang suka meniru apa yang ia lihat atau ia dengar. Yang pada akhirnya, kita banyak mendengar kejadian-kejadian mengerikan yang dilakukan oleh anak-anak, karena mencontoh yang mereka lihat atau yang mereka dengar.

5. Kisah-kisah yang berisi hinaan, celaan atau merendahkan orang lain, juga gangguan kepada orang yang lebih tua dengan berbagai perbuatan usil, bahkan hinaan kepada orang yang mempunyai cacat pada tubuhnya, seperti buta, dengan membuatnya jatuh di lobang atau semisalnya, tanpa memikirkan pengaruh buruk pada anak yang melihatnya.

Contoh paling nyata cerita-cerita seperti ini, yaitu film kartun Tom and Jery. Film ini sangat terkenal di kalangan anak-anak, bahkan orang dewasa. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi pendidikan, film ini sangat merusak. Karena memberikan gambaran perilaku yang buruk pada anak-anak, ketidak sopan-santunan, usil dan nakal. Pada gilirannya, tak mustahil perilaku dalam film ini akan ditiru dan dipraktekkan kepada orang-orang di sekitarnya, dan sebagai sebab munculnya perasaan lebih unggul di bandingkan yang lainnya.

Demikian juga film ini mengisyaratkan adanya perbuatan yang bersifat merendahkan bangsa lainnya, seperti bangsa kulit hitam. Sehingga dapat menimbulkan perasaan dengki, dendam dan juga perselisihan yang berkepanjangan. Demikian gambaran kisah-kisah yang ditampilkan di hadapan anak-anak kita, yang maksud dan tujuannya untuk mendidik, akan tetapi justru sebaliknya, yaitu tidak mendidik, bahkan merusak dan menimbulkan dampak negatif pada perkembangan kejiwaan anak-anak. [2]

HADIRKAN KISAH-KISAH TELADAN
Setelah mengetahui kandungan dan kemungkinan munculnya dampat negatif dari kisah-kisah fiktif tersebut, maka menjadi kewajiban kita untuk mengarahkan anak-anak agar menjauhi kisah-kisah fiktif dan penuh kedustaan tersebut. Kemudian mereka didekatkan dengan kisah-kisah teladan penuh hikmah. Misalnya kisah tentang para nabi Allah. Kisah-kisah teladan inilah yang semestinya mewarnai kehidupan anak-anak kita.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. [Al-An’am/6:90].

Seperti halnya kisah Nabi Yunus Alaihissalam ketika berada di dalam perut ikan paus, Nabi Sulaiman Alaihissalam dengan burung Hud-Hud, juga kisah Nabi Yusuf Alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Demikian pula kisah Nabi Musa Alaihissalam dengan Khidir, dan kisah-kisah lainnya.

Begitu juga anak harus didekatkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sirah beliau ini, kita dapat memetik banyak pelajaran, sejak beliau masih di dalam kandungan, kemudian bapak beliau meninggal, sehingga beliau lahir dalam keadaan yatim, dan seterusnya. Banyak pula peristiwa-peristiwa besar yang beliau lewati, sehingga membawa perubahan besar bagi umat manusia. Begitu juga dengan kisah-kisah yang beliau tuturkan dalam hadits-hadist yang shahih. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah” [Al-Ahzab/33:21].

Demikian juga kita bisa menuturkan kepada anak-anak dengan kisah-kisah para sahabat Nabi, sebagaimana yang dipaparkan oleh seorang penyair:

Jika kalian tidak bisa menjadi seperti mereka, (maka) contohlah mereka!
Karena sesungguhnya, meneladani orang-orang mulia, merupakan keutamaan.

Sebagai contoh, kisah yang disebutkan dalam sirah ‘Umar bin ‘Abdil-‘Azis (Juz 1, hlm 23). Yaitu kisah Amirul-Mukminin ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu dengan seorang wanita. Tatkala Khalifah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu memegang tampuk pemerintahan, beliau melarang mencampur susu dengan air.

Awal kisah, pada suatu malam Khalifah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, bersandarlah beliau di tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air. Tetapi anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata: “Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah ‘Umar melarangnya?”

Mendengar jawaban anak perempuannya, maka sang ibu menimpalinya: “Umar tidak akan mengetahui.”

Mendengar ucapan tersebut, maka anaknya menjawab lagi: “Kalaupun ‘Umar tidak mengetahui, tetapi Rabb-nya pasti mengetahui. Aku tidak akan pernah mau melakukannya. Dia telah melarangnya.”

Kata-kata anak wanita tersebut telah menghunjam ke dalam hati ‘Umar. Sehingga pada pagi harinya, anaknya yang bernama ‘Ashim, beliau panggil untuk pergi ke rumah wanita tersebut. Diceritakanlah ciri-ciri anak tersebut dan tempat tinggalnya, dan beliau berkata: “Pergilah, wahai anakku dan nikahilah anak tersebut,” maka menikahlah ‘Ashim dengan wanita tersebut, dan lahirlah seorang anak perempuan, yang darinya kelak akan lahir Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Azis.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah tersebut ialah sebagai berikut.
– Kesungguhan salaf dalam mendidik anak-anak mereka.
– Selalu menanamkan sifat muraqabah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain.
– Tidak meresa segan untuk memberikan nasihat kepada orang tua.
– Memilihkan suami yang shalih atau istri yang shalihah bagi anak-anaknya.

Penggalan kisah ini hanya sekedar contoh, bagaimana cara kita mengambil pelajaran berharga dari sebuah kisah, kemudian menanamkannya pada anak-anak kita, dan masih banyak contoh lainnya, baik di dalam Al-Qur`an maupun Al-Hadits yang bisa digali dan jadikan sebagai kisah-kisah yang layak dituturkan kepada anak-anak kita.

PELAJARAN DAN KEUTAMAAN KISAH-KISAH TELADAN
Kisah-kisah teladan mempunyai keistimewaan yang sangat berbeda dengan kisah-kisah fiktif maupun mitos, yaitu dari sisi kebenarannya, dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Di dalamnya juga terkandung tujuan-tujuan mulia.

1. Kisah mampu memberikan peran yang penting dalam menarik perhatian, mengembangkan pikiran dan akal anak. Karena dengan mendengarkannya, dapat mendatangkan kesenangan dan kegembiraan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa membawakan kisah di hadapan para sahabat, baik yang muda maupun yang tua. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap kisah yang dituturkan beliau, berupa berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau, agar bisa mengambil pelajaran darinya, baik oleh orang-orang sekarang maupun sesudahnya hingga hari Kiamat

2. Kisah-kisah tersebut bisa membangkitkan kepercayaan anak-anak terhadap sejarah tokoh yang menjadi tauladan mereka. Sehingga akan menambah semangat untuk maju, serta membangkitkan semangat ke-islaman mereka agar lebih mendalam dan menggelora.

3. Kisah-kisah para ulama yang mengamalkan ilmunya, demikian juga kisah-kisah orang-orang shalih merupakan sarana terbaik untuk menanamkan berbagai sifat utama pada diri anak-anak, serta mendorongnya untuk siap mengemban berbagai kesulitan untuk meraih tujuan mulia dan luhur.

4. Kisah-kisah teladan juga akan membangkitkan anak-anak untuk mengambil teladan dari orang-orang yang mempunyai tekad kuat dan mau berkorban, sehingga ia akan terus naik menuju derajat yang tinggi dan terhormat.

5. Tujuan utama menuturkan kisah-kisah teladan tersebut, yaitu untuk mendidik dan membersihkan jiwa, bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang atau menikmati kisah-kisah itu saja.

Oleh karena itulah, cerita juga memiliki peran sangat penting dalam mencapai tujuan-tujuan mulia tersebut. Sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga banyak memaparkan kisah orang-orang terdahulu kepada para sahabatnya, untuk kemudian diambil pelajaran dan peringatan darinya. Kebiasaan beliau n dalam berkisah, beliau mendahului dengan uangkapan “telah terjadi pada orang-orang sebelum kalian”, kemudian beliau n menuturkan kisah tersebut, dan para sahabat mendengarkannya dengan seksama sampai selesai. Dalam hal ini, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerapkan metode Ilahi, sebagaimana firman-Nya Azza wa Jalla.

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”. [Al-A’raaf/7:176].

Para sahabat pun mengambil pelajaran pada setiap kisah yang dituturkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mendapatkan manfaat dari sisi pendidikan dan akhlak, sebagai bekal yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka.

Demikianlah semestinya seorang anak dibiasakan hidup dalam nuansa kisah-kisah yang pernah dibawakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sirah Nabi dan juga kisah-kisah dalam Al-Qur`an, agar ia terbiasa hidup dalam nuasa iman dan suri teladan yang utama, sehingga keimanannya semakin hari semakin kokoh. Wallahu a’lam.

Mengukur Suhu Reaksi Kimia Yang Menghasilkan Panas

Selama terjadi reaksi kimia, energi berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Kita dapat mengamati  tanda-tanda perubahan yang terjadi, seperti perubahan warna, bau, suhu dan timbulnya suara. Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah perubahan temperatur. Jika meletakkan termometer yang peka pada saat reaksi kimia terjadi, kita dapat melihat apakah reaksi menjadi panas (reaksi eksotermik) atau menjadi dingin (reaksi endotermik).

Reaksi Eksotermik merupakan reaksi yang melepaskan energi panas. Reaksi ini akan terasa panas jika disentuh. Juga, sangat berbahaya jika reaksi terjadi pada tingkat eksotermik  tinggi. Ledakaan merupakan contoh reaksi yang sangat eksotermik. Kita dapat menggunakan termometer atau alat pemeriksa temperatur untuk melihat perubahan temperatur. Berikut ini video suhu ketika proses pembentukan gas Hidrogen dari reaksi antara Soda api/NaOH dan Alumunium.

Sumber : Reaksi Kimia, oleh Denise Walker, Penerbit Tiga Serangkai.

BELAJAR JAM ANALOG dengan ALAT PERAGA JAM BERWARNA

Image result for analog clock

Bagi beberapa murid membaca jam analog yang mempunyai jarum pendek dan panjang, masih terasa susah. Maka itu dibuatlah alat peraga jam, dimana setiap angka 1 sampai 12 di beri warna berbeda. Dan angka jam diletakkan ditengah-tengah bagian yang berwarna.  Dan angka detik ditulis dari angka satu sampai angka 59, diletakan dibagian luar kertas berwarna. . Untuk jarum pendek ditulisi dengan kata”JAM” dan jarum panjang ditulisi dengan kata “MENIT”.  Bahan untuk membuat ini kertas berwarna-warni, karton tebal/kardus bekas, paku payung, dan lem kertas. InsyaAllah dengan alat peraga ini belajar jam jadi lebih mudah. Untuk lebih jelasnya lihat saja video ini. Pasti ada cara lain supaya belajar jam analog ini lebih gampang bagi anak-anak khusus.

 

Tawon Pembuat Rumah Kertas

Wasp

Tawon merupakan serangga yang tubuhnya memiliki garis-garis hitam dan kuning. Warna-warna cerah ini berfungsi sebagai peringatan bahwa tawon dapat melindungi dirinya dengan sengat dan dapat menyerang dengan alat tusuk yang tajam dan berbisa (beracun).

Banyak tawon hidup dalam kelompok keluarga, yang semuanya adalah keturunan dari seekor betina-disebut ratu. Ini disebut tawon sosial. Sarangnya (rumahnya) dibuat dari sejenis kertas. Tawon membuat sarangnya dengan mengunyah kayu-kayu mati dan mencampurnya dengan air liurnya. Ruang-ruang/kamar-kamar dalam sarang tawon berbentuk heksagonal (segi enam) dan sarang itu dibangun seperangkat lantai, yang dihubungkan satu sama lain dengan tiang-tiang kertas. Ulat yang hidup di sarang diberi makan daging hewan lain, khususnya serangga. Pada awal musim panas, saat banyak ulat dipelihara, tawon menjadi hewan yang sangat berguna, karena membunuh berbagai hama untuk dimakan. Tawon tuanya memerlukan gula buat energi dan hanya memakan nektar, buah dan getah pohon. Kebanyakan tawon dewasa adalah pekerja betina steril, tetapi menjelang akhir musim panas, jantan dan betina berkelamin lengkap telah dilahirkan. Keturunan ini, lalu seluruh koloni, yang mungkin berjumlah 50.000 tawon, mati menjelang tibanya cuaca dingin. Hanya ratu muda yang telah kawin bertahan dalam hibernasi, untuk keluar pada musim panas mendatang.

Disamping tawon sosial, terdapat juga banyak spesies yang tidak hidup dalam kelompok keluarga.

Berikut ini video tawon yang sedang membuat sarang kertas.

 

Sumber : Jilid 8, Oxford Ensiklopedi Pelajar, dengan sedikit perubahan.

 

Habibie Festival

Berkas:Bacharuddin Jusuf Habibie official portrait.jpg

BJ Habibie adalah seorang figur nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kisah hidupnya telah menginspirasi jutaan orang di dunia. Kisah tentang seorang anak luar biasa yang berusaha begitu keras untuk menjadi seorang insinyur penerbangan yang kemudian menapakkan karirnya hingga menjadi Menteri di bidang Riset dan Teknologi selama 20 tahun. BJ Habibie akhirnya menjadi Presiden ke-tiga dan kini menjadi sesosok figure nasional, Bapak Negara, dan mentor untuk komunitas ilmu pengetahuan dan teknologi.

BJ Habibie selama ini telah menjadi katalisator untuk perkembangan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dalam beberapa sektor seperti Kedirgantaraan, Telekomunikasi, and Industri Strategis, menempatkan Indonesia setingkat lebih tinggi dari negara-negara tetangganya di ASEAN. Dengan diluncurkannya N250 – Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995, BJ Habibie membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan Industri Dirgantara secara mandiri. Sejak saat itu, 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

Apresiasi BJ Habibie dan kegemarannya dalam dunia seni, budaya, puisi, literature, dan warisan budaya akan ditampilkan dalam festival ini.

Dalam rangka memperingati ulang tahun BJ Habibie yang ke 80 tahun ini, Habibie Festival akan merayakan peran dan kontribusinya sebagai ikon Ilmu dan Pengetahuan di Indonesia. Kegiatan Habibie Festival dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia, samping Monas, Jakarta.  Jadwal kegiatan Hari Kamis sampai Minggu, tanggal 11-14 Agustus 2016. Acaranya semua tentang Habibie dan Perannya di Indonesia dan Dunia.

Penelitian Sederhana Pelumas Rantai

 

pelumas rantai1

Pelumas rantai diperlukan untuk mengurangi keausan atau terkikisnya rantai dan gir akibat gesekan keduanya. Bila rantai dan gir cepat rusak, biaya yang dikeluarkan lebih cepat dari waktu normalnya. Pelumas rantai ini dibuat dari oli bekas dan parafin wax. Tetapi oli bekasnya harus di destilasi dulu supaya bersih. Bila susah mencari pafain wax, bisa diganti dengan lilin, tetapi perbandingannya di coba-coba supaya mendapatkan mutu yang optimal. Oli bekas tidak langsung dipakai tetapi harus didestilasi dulu dengan alat destilasi sederhana dari kaleng bekas tiner. Kemudian minyak hasil destilasi oli bekas ini dicampur parafin wax dengan perbandingan tertentu seperti dalam tulisan ini. Setelah jadi pelumas rantai, diuji coba ke rantai motor, seperti “sticky factor” yaitu banyak sediktinya debu yang menempel ke pelumas, “fling off” yaitu jumlah pelumas yang keluar dari rantai bila roda di putar kencang, uji penguapan, yaitu banyaknya pelumas yang menguap selama 5 hari pada suhu ruangan, dan koefisien gesek statik. Penelitian ini belum sempurna, jadi masih perlu perbaikan. Untuk membaca tulisan ini, silahkan download dibawah ini.

Karya Tulis Ilmiah Pelumas rantai

Berikut ini video pembuatannya, tetapi di dalam penelitian hanya menggunakan parafin wax sedangkan di video menggunakan lilin.  Hal ini untuk memudahkan pembuatan karena lilin lebih mudah didapat di warung sekitar.

 

 

 

Listrik dari Air Cucian Beras

Air cucian beras memang banyak manfaatnya. Subhanallah, ia bisa dijadikan pupuk, penyubur tanah dan tanaman, ia juga bisa dijadikan bedak kecantikan, masker wajah atau air untuk keramas.  Berikut ini penelitian sederhana Air cucian beras sebagai penghasil listrik.

Listrik dari Air Cucian Beras

Videonya bisa dilihat di :

Mengisi Liburan dengan Membuat Jembatan Stik Es Krim

Liburan panjang diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, baca buku, baca ensiklopedia, melakukan percobaan sains seperti yang ada disini atau membuat Jembatan Stik Es Krim. Bahannya hanya dua, stik es krim dan lem putih. Siapkan stik sebanyak 100 buah dan susun mengikuti petunjuk ini, nanti kalau sudah bisa, bisa membuat model lain. Cara MEMBUAT JEMBATAN DARI 100 STIK ES KRIM

 

atau Videonya :

jembatan stik

Tips Belajar dan Mengajar di Luar Kelas

Kegiatan Belajar Mengajar di Luar Kelas merupakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. Murid belajar sambil merasakan panasnya matahari, melihat awan yang bergerak, melihat hijaunya rumput dan tanaman, menghirup oksigen yang segar, melihat burung-burung terbang, merasakan angin sepoi-sepoi, siswa dan guru menjadi lebih dekat dengan alam ciptaan Allah swt, Yang Maha Sempurna. Tetapi harus di siapkan bahan dan alat supaya kegiatan ini berlangsung lancar, diantaranya :

a. Siapkan karpet atau alas duduk yang lebar

b. Sediakan meja kecil untuk sejumlah siswa

c. Kalau mau, siapkan guru musik untuk mendukung kegiatan bernyanyi

d. Siapkan worksheet/ LKS dan pendukung lainnya

e. Lakukan di bawah pohon/tempat teduh

f. Lakukan di jam 7-9.30 pagi atau sore, ketika udara sudah adem

Berikut  video pembelajaran di luar kelas

 

Membuat Roda Berputar Lebih Lancar dan Lama

Roda merupakan bagian dari mesin. Dengan roda ini mempermudah pekerjaan, karena roda dapat meringankan beban yang kita keluarkan. Seperti bangsa mesir zaman dahulu, membawa batu-batu untuk membuat piramid menggunakan prinsip roda, dimana batu persegi yang beratnya berton-ton tersebut di letakan diatas beberapa batang pohon yang bulat. Sehingga batu granit tersebut mudah dipindah-pindahkan dari asalnya ke lokasi pembuatan piramid. Benda berat akan mudah digerakan bila didasarnya ada benda panjang seperti pensil bulat.

Zaman sekarang roda semakin modern, karena di tengah roda ada laher/bearing dan sumbunya/asnya/axle.

Wheel and Bearing Diagram

 

Tetapi kita bisa membuat putaran roda ini semakin lancar, dengan cara menambahkan bearing diluarnya. Laher atau bearing bisa digabung 2 atau 3 bearing. dengan tiga bearing putaran roda lebih lancar dan lama karena gesekan antara sumbu dan roda semakin kecil. Tetapi ini baru percobaan di laboratorium. Jadi diameter luar laher yang pertama akan menempel di diameter dalam laher kedua. Dan diameter luar laher kedua akan menempel di diameter dalam laher ke tiga. untuk lebih jelas silahkan lihat videonya :